Judul buku : FILOSOFI TERAS
halaman :38-77
catatan:
Pada halaman 38-43 membahas tentang dikotomi kendali. dikotomi kendali adalah hal-hal yang berada dibawah kendali kita, ada hal-hal yang tidak berada dibawah kendali. Sebagai contoh hal-hal yang tidak dibawah kendali kita yaitu tindakan orang lain, opini orang lain, reputasi/popularitas kita, kesehatan kita, kekataan kita, kondisi saat kita lahir, seperti jenis kelamin, orang tua, saudara saudari, etnis/suku, kebangsaan, warna kulit, dan lain-lain. Lalu hal-hal yang ada dibawah kendali kita yaitu pertimbangan, opini, keinginan kita, tujuan kit, segala sesuatu yang merupakan pikiran dan tindakan kita sendiri.
Lalu pada halaman 43-45 membahas tentang pentingnya memahami bahwa "kendali" bukan hanya soal kemampuan kita memperoleh, tetapi juga mempertahankan. sebagai contoh kekayaan bisa lenyap dalam sekejap, kita tidak nisa tetap mempertahankan ketenaran, persahabatan, kesehatan. Selanjutnya di halaman 46-49 membahas tentang apakah stoisisme mengajarkan kita untuk pasrah dengan keadaan? sama sekali tidak. Di semua situasi, bahkan saat kita merasa tidak ada kendali sekalipun, selalu ada di dalam diri kita yang tetap merdeka, yaitu pikiran dan persepsi. Sebagai contoh anjing yang terikat lehernya kesebuah gerobak. Saat gerobak bergerak, anjing ini punya pilihan. pilihan pertama dia bisa memaksa untuk pergi berlawanan, dan kedua dia bisa pergi searah dengan gerobak. Yang terjadi jika anjing ini memaksa untuk pergi berlawanan maka ia akan tercekik dan apabila dia pergi searah dengan gerobak dia tidak akan merasakan penderitaan. Jadi kita harus fokus dengan apa yang bisa kita kendalikan.
Pada halaman 49-54 membahas tentang dikotomi kendali dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh misalnya kita mencoba untuk melamar pekerjaan dsi suatu perusahaan kita tidak bisa mengendalikan pihak perusahaan agar menerima kita. Tetapi justru sebaliknya kita harus melakukan hal yang bisa kita kendalikan seperti cara berbicara saat interview, bisa menjawab, pertannyaan dan lain sebagainya. Lalu contoh selanjutnya, apakah nilai, prestasi akademis, dan kelulusan sepenuhnya berada di bawah kendali kita? Pasti jawaban spontan adalah, "Iya dong! Kan kita berupaya mati- matian untuk mendapatkan nilai yang bagus, dari belajar sampai menyontek. Masa sih tidak berada di bawah kendali kita?" Namun, coba kita renungkan juga betapa banyak faktor eksternal yang bisa menentukan prestasi akademis kita, mulai dari kebagian dosen/guru killer, mendapatkan teman tugas kelompok yang malas, sampai hal-hal tak terduga seperti orang tua yang mendadak tidak memiliki uang untuk membiayai sekolah kita.
~Pertemuan hari ini~
Kita harus fokus dengan apa yang bisa kita kendalikan seperti pikiran, perkataan, perbuatan. Kita tidak bisa merubah pikiran orang lain karena itu semua di luar kendali kita. Jadi intinya tetap berpikiran positif terhadap orang lain
TANAMAN TOMAT


Tanaman kalau dibiarkan akhirnya layu dan mati. Sama seperti manusia. Rajin-rajinlah
BalasHapus