Selasa, 07 Maret 2023

ORGANISASI

Pengertian Organisasi

Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.

Jenis-Jenis Organisasi

  1.Organisasi Formal atau Legal. 

  2.Organisasi Internasional. 

  3.Hybrid Organization. 

  4.Organisasi Informal atau Voluntary Association. 

  5.Organisasi Rahasia atau Ilegal. 

• Prinsip Organisasi

Prinsip organisasi adalah Salah satu prinsip pokok dalam setiap organisasi adalah pendelegasian kekuasaan, dimana setiap pejabat harus didelagasikan kekuasaan, atau wewenang yang perlu agar pejabat tersebut dapat melakanakan tugas sebaik-baiknya. 

• Unsur Struktur Organisasi

  1.Spesialisasi aktivitas.

  2.Standarisasi aktivitas.

  3.Koordinasi aktivitas.

  4.Sentralisasi dan desentralisasi pengambilan       keputusan.

  5.Ukuran unit kerja.

• Tujuan Organisasi

Tujuan organisasi secara umum adalah untuk mencapai atau merealisasikan keinginan atau cita-cita bersama dari tiap anggota organisasi untuk mendapatkan keuntungan dan keberhasilan dari tujuan organisasi serta untuk mengatasi terbatasnya kemandirian dan kemampuan pribadi untuk mencapai tujuan Bersama.

• Manfaat Organisasi

Sehingga manfaat dari organisasi tersebut adalah untuk mencapai tujuan dengan mudah bersama dengan para anggota. Karena setiap tujuan tentunya akan dibagi dengan anggota lainnya. Selain itu, tujuan dari organisasi tersebut juga harus memiliki susunan yang sistematis.





Senin, 12 Desember 2022

P5 HARI-11

 

Judul buku: FILOSOFI TERAS

Halaman: 142-149
Catatan:
     Pada halaman 142-149 membahas tentang emosi. Dalam buku ini dijelaskan kemarahan, yang menang adalah kemarahan dan kebencian Seperti di film-film zombi, jika si manusia normal digigit oleh zombi dan kemudian berubah menjadi zombi juga, sang zomb sudah menang.

     Ada orang sengaja menjelekkan atau ingin kira Stand your ground. Tetap menjadi praktisi Stoa yang memegang kendali atas persepsi dan responsnya yang baik, Maka, kejadian itu akan seperti adegan di mana zombi "menggigit kita, tetapi tidak mempan. Itulah "pembalasan" terbaik menurut Marcus Aurelius ketika kita tidak turun derajat menjadi sama dengan yang ingin berbuat jahat kepada kita.
Lalu pada halaman 143-149 menjelaskan tentang "Ketika ada yang menyakitimu, atau berkata buruk tentangmu, ingatlah bahwa dia bertindak dan berbicara karena mengira itu memang tugasnya. Ingatlah bahwa tidak mungkin dia mengerti sudut pandang kita, tetapi hanya sudut pandang dia sendiri. Karenanya, jika dia melakukan kesalahan dalam menilai, sebenarnya dialah yang dirugikan, karena dia telah tertipu (deceived). Jika seseorang menganggap sesuatu yang benar sebagai keliru, yang benar itu sendiri tidak rugi, tetapi justru dia yang tertipu yang rugi. Dengan prinsip ini, kamu bisa dengan rendah hati menanggung orang yang menghina kamu, dengan cukup berkata, "Itu kan menurut dia?"- Epictetus (Discourses).

     Saat kita merasa tersinggung oleh perlakuan dan kata-kata orang lain, ingatlah bahwa bisa jadi kita yang keliru. Opini, persepsi interpretasi kita belum tentu sama dengan fakta objektif yang ada. Bahkan, penglihatan kita pun bisa menipu kita, karena sudut pandang kita terbatas dan karena sering kali penglihatan kita bias.

Refleksi Materi Day 11
Kamis, 24/11/22

Materi hari ini berdinamika bersana kak Mita Dosen Bioteknologi UKDW dan Pak Barus petani Alumni SMA PL Van Lith


P5 HARI-10

 

Judul buku: FILOSOFI TERAS

Halaman: 134-142
Catatan:
    Pada halaman 134-142 membahas tentang bagaimana cara hidup diantara orang yang menyebalkan. Kalau kita renungkan sejenak kata-kata Marcus tersebut, bha dibayangkan karakter luar biasa dan beliau Belau adalah sebrang kaisar di sebuah kekaisaran yang terbesar dan terkut di masanya Jika kita saja segan terhadap seorang presiden dar negara demokrasi, terbayang betapa menakutkannya seorang kasar dari sistem monarki. Sebagai seorang kaisar, celaan orang lain harusnya menjadi masalah sepele, toh dia bisa saja dengan mudah memerintahkan memisahkan kepala para kritikusnya dan tubuh mereka. Namun, Marcus Aurelius bisa mencapai kebijaksanaan seperti di atas mengenal perlakuan manusia. Kalau orang jahat ngejahatin orang lain, ya wajar dong?

Jika kita kembali ke dikotomi kendali orang-orang yang menyebalkan ada di luar kontrol kita. Sampai di sini, apakah kamu bisa menebak apa yang akan dinasihati oleh para filsuf Stoa menghadapi orang menyebalkan? Yak benar! Kita tidak bisa mengendalikan perilaku orang lain, tetapi kita sepenuhnya bisa menentukan apakah kita akan terganggu atau tidak olehnya Perilaku orang lain masuk dalam kategori indifferent, yang artinya tidak punya pengaruh kepada kebahagiaan kita. Yang artinya, aneh kalau kita terganggu oleh kelakuan menyebalkan orang lain, letka sesungguhnya mereka seharusnya tidak punya pengaruh apa-apa pada kita.

Stokisme mengajarkan kita untuk tidak memberikan kepada orang lain untuk mengganggumu. Artinya, kuasa itu sudah ada di tangan kita. Perasaan terganggu oleh perilaku orang lain sepenuhnya terserah kita, dan kitalah yang menentukan mau memberi power itu ke orang lain atau tidak. Orang lain tidak bisa membuat kita merasa erganggu jika kita tidak mengizinkannya Teman sekolah mengolok ook kita? Kolega di kantor memiliki kebiasaan menyebalkan? Atau bahkan orang tua kita sendiri rasanya sering memperlakukan tidak seperti yang kita harapkan? Jika kita terganggu oleh semua kitalah yang mengizinkannya. 

  • Refleksi Materi Day 10

Rabu, 23/11/22

Materi hari ini berdinamika bersama CEO Wahana Citra Sinatria dan Romo Novi. Topiknya Laborem exercense.


TANAMAN TOMAT

Tanama tomatku sedikit layu. 

Sabtu, 26 November 2022

P5 HARI-9

 

Judul buku: FILOSOFI TERAS

Halaman: 127-133

Catatan:

     Pada halaman 127-133 berisi tentang wawancara dengan Llia/ salsabeela. Yang intinya kita harus santai, jangan memusingkan hal-hal yang tidak perlu. Jangan biarkan media sosial dan penghuninya mengambil banyak perhetian kita. Stoisisme sangat relevan bagi enterpreneur/ pengusaha dalam menyikapi kegagalan dan penolakan. Jangan biarkan politik dan ilusi perbedaan memecah belah kita.

TANAMAN TOMAT

Tanama  saya masih sama seperti kemarin, sedikit layu karena terkena hujan. 

MATERI
Materi hari ini membahas teknis kegiatan sit in.


P5 HARI-8

 

Judul buku: FILOSOFI TERAS

Halaman: 116-126
Catatan:
    Pada halaman ini membahas tentang yang seharusnya kita khawatir terhadap hal-hal yang ada di bawah kendali kita. Sebaliknya, kita seharusnya lebih khawatir terhadap hal-hal di bawah kendali kita: pikiran kita, sikap kita, perkataan kita, dan tindakan kita-karena inilah yang menentukan "baik buruk-nya hidup kita Seperti situasi yang dialami Admiral Stockdale. Bagi seorang prajunt, tertangkap musuh adalah hal eksternal, tidak di bawah kendali kita, dan tidak perlu dikhawatirkan. Yang harus dia khawatirkan adalah menjaga semangat, moral, dan perkataannya saat dia benar-benar tertangkap dan ditawan musuh
Perbedaan kedua premeditatio malorum dari kekhawatiran yang tidak perlu adalah premeditatio malorum berada sepenuhnya dalam kendali kita kita sendiri yang memutuskan untuk menyimulasi berbagai hal negatif, di waktu yang kita tentukan, misalnya pagi har sebelum memulai aktivitas, Kitalah yang menginisiasinya dengan tujuan menyiapkan solusi atau mengurangi emosi negatif jika temyata kejadian buruk benar-benar terjadi.

TANAMAN TOMAT

Tumbuhan saya terkena hujan dan sedikit layu

MATERI
Materi hari ini adalah kebebasan. Kebebasan di kendalikan oleh norma, tetapi kebebasan juga harus di imbangi dengan tanggung jawab.

P5 HARI-7

 

Judul buku: FILOSOFI TERAS

Halaman: 108-115
Catatan:
     Pada halaman 108-115 membahas tentang bagaimana cara memperkuat mental. Yaitu dengan menjalankan salah satu praktik Stoisisme-kemampuan untuk tidak hanya menerima, tetapi bahkan menikmati "the present" (masa sekarang).

     Sampai bab terakhir, kita sudah melihat bagaimana Stoisisme sudah mengajarkan prinsip "hidup harus selaras dengan Alam", yang artinya menggunakan nalar. Semua peristiwa di dalam hidup adalah bagian keterkaitan dan sebab akibat dari semesta yang lebih besar. Ada sebagian hal dalam hidup yang berada di bawah kendali kita, ada yang tidak di bawah kendali kita. Lalu, sumber dari emosi negatif bukanlah peristiwa-peristiwa dalam hidup, tetapi persepsi/anggapan/pendapat kita sendiri atas peristiwa tersebut.

     So far so good. Stoisisme masih memiliki beberapa lagi tips dan trik untuk membantu kita merasa damai tenteram di tengah hidup yang ada di luar kendali kita.

     Lalu pada halaman 114-115 membahas tentang Jika akhirnya semua hal buruk yang dibayangkan ternyata tidak terjadi, kita akan merasa lebih bahagia dengan hari kita. Ironisnya, negative thinking mungkin bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia. Di sebagian besar situasi yang bisa kita bayangkan, hampir semua kemungkinan terburuknya sebenarnya tidak "segitunya", dan kalau dipikirkan baik-baik, bukanlah akhir segala-galanya dalam hidup Selain itu, pikirkan apakah skenario terburuk ini pernah menimpa Jutaan orang lain di berbagai masa? Hampir semua kejadian buruk yang bisa kita bayangkan sudah pernah menimpa orang lain (Dalam bab sebelumnya dikatakan, Tidak ada yang benar-benar baru di dalam kehidupan ini."), dan kita bisa melihat apakah orang- orang lain yang akhirnya mengalami hal yang kita khawatirkan benar-benar hancur atau mereka bisa melaluinya. Life goes on.

     Jika akhirnya semua hal buruk yang dibayangkan ternyata tidak terjadi, kita akan merasa lebih bahagia dengan hari kita Ironisnya, negative thinking mungkin bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia.

TANAMAN TOMAT

Tanaman tomatku semakun semakin tumbuh subur

MATERI
Materi hari ini adalah melakukan kebaikan nyata di rumah. saya ke gereja dan menyapu teras.

P5 HARI-6

 

Judul buku: FILOSOFI TERAS

Halaman: 97-107

Catatan:

     Halaman 97 membahas mengenai bab yang sebelumnya yaitu tentang emosi negatif. kerap kali disusahkan bukan oleh hal-hal atau peristiwa, tetapi oleh opini, interpretasi, penilaian/value judgement akan hal-hal atau peristiwa tersebut.


     Filosofi Teras tidak menganggap "emosi" berja terpisah dari "nalar/rasio". Emosi (negatif) diangge sebagai akibat dari nalar/rasio yang keliru. Saat kita mengalami peristiwa hidup, sering kali a penilaian otomatis yang muncul, dan jika tidak rasiona penilaian otomatis ini memicu emosi negatif. Kita memiliki kemampuan untuk tidak menuruti penilaian value judgement otomatis tersebut. Kita mampu unti menganalisis sebuah peristiwa/objek dengan rasional khususnya untuk memisahkan antara fakta objektif dan penilaian/opini kita.

Lalu pada halaman 99-107 membahas tentang wawancara dengan Wiwit Puspitasari mengenai survey kyhawatir nasional yang menghasilkan intisari, penyebab kekhawatiran seringkali adanya pendapat opini yang irasional. Belajar menerima hal-hal yang tidak ada di bawah kendali kita bisa membantu kita mengatasi stres.

TANAMAN TOMAT



Tanaman tomat masih sama seperti hari ke 5

Materi hari ini adalah melakukan kebakkan nyata di rumah. saya membantu menyapu san melipat baju di rumah.

ORGANISASI

• Pengertian Organisasi Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diiden...