Sabtu, 26 November 2022

P5 HARI-9

 

Judul buku: FILOSOFI TERAS

Halaman: 127-133

Catatan:

     Pada halaman 127-133 berisi tentang wawancara dengan Llia/ salsabeela. Yang intinya kita harus santai, jangan memusingkan hal-hal yang tidak perlu. Jangan biarkan media sosial dan penghuninya mengambil banyak perhetian kita. Stoisisme sangat relevan bagi enterpreneur/ pengusaha dalam menyikapi kegagalan dan penolakan. Jangan biarkan politik dan ilusi perbedaan memecah belah kita.

TANAMAN TOMAT

Tanama  saya masih sama seperti kemarin, sedikit layu karena terkena hujan. 

MATERI
Materi hari ini membahas teknis kegiatan sit in.


P5 HARI-8

 

Judul buku: FILOSOFI TERAS

Halaman: 116-126
Catatan:
    Pada halaman ini membahas tentang yang seharusnya kita khawatir terhadap hal-hal yang ada di bawah kendali kita. Sebaliknya, kita seharusnya lebih khawatir terhadap hal-hal di bawah kendali kita: pikiran kita, sikap kita, perkataan kita, dan tindakan kita-karena inilah yang menentukan "baik buruk-nya hidup kita Seperti situasi yang dialami Admiral Stockdale. Bagi seorang prajunt, tertangkap musuh adalah hal eksternal, tidak di bawah kendali kita, dan tidak perlu dikhawatirkan. Yang harus dia khawatirkan adalah menjaga semangat, moral, dan perkataannya saat dia benar-benar tertangkap dan ditawan musuh
Perbedaan kedua premeditatio malorum dari kekhawatiran yang tidak perlu adalah premeditatio malorum berada sepenuhnya dalam kendali kita kita sendiri yang memutuskan untuk menyimulasi berbagai hal negatif, di waktu yang kita tentukan, misalnya pagi har sebelum memulai aktivitas, Kitalah yang menginisiasinya dengan tujuan menyiapkan solusi atau mengurangi emosi negatif jika temyata kejadian buruk benar-benar terjadi.

TANAMAN TOMAT

Tumbuhan saya terkena hujan dan sedikit layu

MATERI
Materi hari ini adalah kebebasan. Kebebasan di kendalikan oleh norma, tetapi kebebasan juga harus di imbangi dengan tanggung jawab.

P5 HARI-7

 

Judul buku: FILOSOFI TERAS

Halaman: 108-115
Catatan:
     Pada halaman 108-115 membahas tentang bagaimana cara memperkuat mental. Yaitu dengan menjalankan salah satu praktik Stoisisme-kemampuan untuk tidak hanya menerima, tetapi bahkan menikmati "the present" (masa sekarang).

     Sampai bab terakhir, kita sudah melihat bagaimana Stoisisme sudah mengajarkan prinsip "hidup harus selaras dengan Alam", yang artinya menggunakan nalar. Semua peristiwa di dalam hidup adalah bagian keterkaitan dan sebab akibat dari semesta yang lebih besar. Ada sebagian hal dalam hidup yang berada di bawah kendali kita, ada yang tidak di bawah kendali kita. Lalu, sumber dari emosi negatif bukanlah peristiwa-peristiwa dalam hidup, tetapi persepsi/anggapan/pendapat kita sendiri atas peristiwa tersebut.

     So far so good. Stoisisme masih memiliki beberapa lagi tips dan trik untuk membantu kita merasa damai tenteram di tengah hidup yang ada di luar kendali kita.

     Lalu pada halaman 114-115 membahas tentang Jika akhirnya semua hal buruk yang dibayangkan ternyata tidak terjadi, kita akan merasa lebih bahagia dengan hari kita. Ironisnya, negative thinking mungkin bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia. Di sebagian besar situasi yang bisa kita bayangkan, hampir semua kemungkinan terburuknya sebenarnya tidak "segitunya", dan kalau dipikirkan baik-baik, bukanlah akhir segala-galanya dalam hidup Selain itu, pikirkan apakah skenario terburuk ini pernah menimpa Jutaan orang lain di berbagai masa? Hampir semua kejadian buruk yang bisa kita bayangkan sudah pernah menimpa orang lain (Dalam bab sebelumnya dikatakan, Tidak ada yang benar-benar baru di dalam kehidupan ini."), dan kita bisa melihat apakah orang- orang lain yang akhirnya mengalami hal yang kita khawatirkan benar-benar hancur atau mereka bisa melaluinya. Life goes on.

     Jika akhirnya semua hal buruk yang dibayangkan ternyata tidak terjadi, kita akan merasa lebih bahagia dengan hari kita Ironisnya, negative thinking mungkin bisa membuat seseorang menjadi lebih bahagia.

TANAMAN TOMAT

Tanaman tomatku semakun semakin tumbuh subur

MATERI
Materi hari ini adalah melakukan kebaikan nyata di rumah. saya ke gereja dan menyapu teras.

P5 HARI-6

 

Judul buku: FILOSOFI TERAS

Halaman: 97-107

Catatan:

     Halaman 97 membahas mengenai bab yang sebelumnya yaitu tentang emosi negatif. kerap kali disusahkan bukan oleh hal-hal atau peristiwa, tetapi oleh opini, interpretasi, penilaian/value judgement akan hal-hal atau peristiwa tersebut.


     Filosofi Teras tidak menganggap "emosi" berja terpisah dari "nalar/rasio". Emosi (negatif) diangge sebagai akibat dari nalar/rasio yang keliru. Saat kita mengalami peristiwa hidup, sering kali a penilaian otomatis yang muncul, dan jika tidak rasiona penilaian otomatis ini memicu emosi negatif. Kita memiliki kemampuan untuk tidak menuruti penilaian value judgement otomatis tersebut. Kita mampu unti menganalisis sebuah peristiwa/objek dengan rasional khususnya untuk memisahkan antara fakta objektif dan penilaian/opini kita.

Lalu pada halaman 99-107 membahas tentang wawancara dengan Wiwit Puspitasari mengenai survey kyhawatir nasional yang menghasilkan intisari, penyebab kekhawatiran seringkali adanya pendapat opini yang irasional. Belajar menerima hal-hal yang tidak ada di bawah kendali kita bisa membantu kita mengatasi stres.

TANAMAN TOMAT



Tanaman tomat masih sama seperti hari ke 5

Materi hari ini adalah melakukan kebakkan nyata di rumah. saya membantu menyapu san melipat baju di rumah.

Jumat, 25 November 2022

P-5 HARI 5

 

Judul buku : FILOSOFI TERAS


halaman : 77-95

catatan:

     Pada halaman 77-95 membahas tentang bagaimana cara mengendalikan interpretasi dan persepsi."Bukan hal-hal atau peristiwa tertentu yang meresahkan kita, tetapi pertimbangan/pikiran/persepsi akan hal-hal dan peristiwa tersebut."


Epictetus mengatakan bahwa sumber sebenar-benarnya dari segala keresahan dan kekhawatiran kita ada di dalam pikiran kita, dan bukan hal atau peristiwa di luar kita. Coba bayangkan Situasi-situasi berikut:

○Ketinggalan kereta saat mau ke kampus/kantor.

○Motor/mobil kita bannya kempes di tengah jalan

○Rumah kebanjiran

○Dan lain sebagainya

       Rasanya manusia normal akan setuju bahwa semua situasi di atas tidak mengenakkan. 

Lalu pada halaman 92-95 membahas tentang bagaimana cara melawan lebay. Bagaikan cenayang, para filsuf Stoa juga sudah memberikan beberapa tips menghadapi kelebayan zaman ini. Tanpa kita sadan sebenarnya kita sering kali lebay (berlebihan) dalam menanggapi segala sesuatu, walaupun hal itu sebenarnya remeh. Kita marah- marah, ngomel, baper, mewek, dan lain-lain, untuk hal-hal yang tidak perlu. Di swafoto (selfie) keliatan gemuk? Lebay! Berat badan naik 200 gram? Lebay! Gebetan ternyata sudah punya anak? Lebay! Nilai ujian anak hanya 97, padahal harusnya 100? Lebay! Dan lain sebagainya.


TANAMA  TOMAT

Tanama  tomatku semakin bertumbuh besar dri yang sebelumnya


REFLEKSI

Materi hari ini adalah memahami keadaan dunia ekonomi, politik, sosial yang ada di indonesia. serta menanalisis mindset grow up dan mindset fixed.

Selasa, 22 November 2022

P5 HARI-4

 

Judul buku : FILOSOFI TERAS

halaman :38-77
catatan:
    Pada halaman 38-43 membahas tentang dikotomi kendali. dikotomi kendali adalah hal-hal yang berada dibawah kendali kita, ada hal-hal yang tidak berada dibawah kendali. Sebagai contoh hal-hal yang tidak dibawah kendali kita yaitu tindakan orang lain, opini orang lain, reputasi/popularitas kita, kesehatan kita, kekataan kita, kondisi saat kita lahir, seperti jenis kelamin, orang tua, saudara saudari, etnis/suku, kebangsaan, warna kulit, dan lain-lain. Lalu hal-hal yang ada dibawah kendali kita yaitu pertimbangan, opini, keinginan kita, tujuan kit, segala sesuatu yang merupakan pikiran dan tindakan kita sendiri.

    Lalu pada halaman 43-45 membahas tentang pentingnya memahami bahwa "kendali" bukan hanya soal kemampuan kita memperoleh, tetapi juga mempertahankan. sebagai contoh kekayaan bisa lenyap dalam sekejap, kita tidak nisa tetap mempertahankan ketenaran, persahabatan, kesehatan. Selanjutnya di halaman 46-49 membahas tentang apakah stoisisme mengajarkan kita untuk pasrah dengan keadaan? sama sekali tidak. Di semua situasi, bahkan saat kita merasa tidak ada kendali sekalipun, selalu ada di dalam diri kita yang tetap merdeka, yaitu pikiran dan persepsi. Sebagai contoh anjing yang terikat lehernya kesebuah gerobak. Saat gerobak bergerak, anjing ini punya pilihan. pilihan pertama dia bisa memaksa untuk pergi berlawanan, dan kedua dia bisa pergi searah dengan gerobak. Yang terjadi jika anjing ini memaksa untuk pergi berlawanan maka ia akan tercekik dan apabila dia pergi searah dengan gerobak dia tidak akan merasakan penderitaan. Jadi kita harus fokus dengan apa yang bisa kita kendalikan.

    Pada halaman 49-54 membahas tentang dikotomi kendali dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh misalnya kita mencoba untuk melamar pekerjaan dsi suatu perusahaan kita tidak bisa mengendalikan pihak perusahaan agar menerima kita. Tetapi justru sebaliknya kita harus melakukan hal yang bisa kita kendalikan seperti cara berbicara saat interview, bisa menjawab, pertannyaan dan lain sebagainya. Lalu contoh selanjutnya, apakah nilai, prestasi akademis, dan kelulusan sepenuhnya berada di bawah kendali kita? Pasti jawaban spontan adalah, "Iya dong! Kan kita berupaya mati- matian untuk mendapatkan nilai yang bagus, dari belajar sampai menyontek. Masa sih tidak berada di bawah kendali kita?" Namun, coba kita renungkan juga betapa banyak faktor eksternal yang bisa menentukan prestasi akademis kita, mulai dari kebagian dosen/guru killer, mendapatkan teman tugas kelompok yang malas, sampai hal-hal tak terduga seperti orang tua yang mendadak tidak memiliki uang untuk membiayai sekolah kita. 

~Pertemuan hari ini~
Kita harus fokus dengan apa yang bisa kita kendalikan seperti pikiran, perkataan, perbuatan. Kita tidak bisa merubah pikiran orang lain karena itu semua di luar kendali kita. Jadi intinya tetap berpikiran positif terhadap orang lain

TANAMAN TOMAT


Tanamanku pada hari P5 HARI-4 masi sama dan tanaman tomatku sedikit layu. 

Senin, 21 November 2022

P5 HARI-3

 


Judul buku     : FILOSOFI TERAS
Halaman                : 28-37

Catatan: 

    Pada halaman 28-31 membahas tentang bagaimana cara hidup selaras dengan alam atau harus selalu menggunakan nalar.Jika kita ingin hidup bahagia, bebas dari emosi negatif, kita harus "selaras dengan alam". Alam memberikam manusia nalar sebagai fitur unik yang membedakannya dari binatang. 

    Lalu pada halaman 31-37 membahas tentang selain kita memiliki nalar stoisisme percaya bahwa nature manusia adalah mahkluk sosial. Artinya, kita harus hidup sebagai bagian dari kelompok yang lebih besar. Jadi didalam kehidupan ini menuntut kita menyadari bahwa adanya keterkaitan. Stoisisme melihat segala sesuatu di alam semesta ini sebagai keterkaitan, bagaikan jaring,jaring raksasa termasuk semua peristiwa di dalam hidup kita sehari-hari.

    Jadi intinya manusia harus hidup selaras denga alam yang artinya menggunakan nalar. Keluar dari keselarasan dengan alam seperti melawan atau mengingkari adalah pangkal ketidakbahagiaan.

~Pertemuan hari ini~

Membahas tentang bagaimana cara berkembang menjadi yang terbaik. Salah satunya yaitu dengan kebiasaan kebiasaan yang baik.


TANAMAN

tanaman tomat saya kekurangan matahari karena cuaca hari ini hujan terus menerus
dan belum banyak perubahan dari tanaman tomat saya


REFLEKSI:

dari yang saya baca hari ini tentang hidup selaras dengan alam 
kita diajarkan untuk selalu menggunakan nalar dan kebiasaan baik yang sudah saya lakukan hari ini adalah menyapu halaman rumah.


P5 HARI-2

 JUDUL BUKU : FILOSOFI TERAS



HALAMAN: 13-23


yang saya dapat di halaman 13-23 adalah tentang latihan mengatasi emosi


setiap manusia mencari kebahagian,hidup yang tenang. Filsafat bagi kaum Stoa bukanlah untuk sekedar mengisi waktu atau menumpuk ide bergaya di depan kaum awam.


Filsafat adalah praktik dan dan latihan , sebuah seni hidup 


TANAMAN TOMAT : Belum banyak perubahan


KEGIATAN BERSAMA GURU PENDAMPING :

membahas tentang tugas afirmasi

REFLEKSI SAYA :

KONTROL EMOSI DAN JANGAN CEPAT EMOSI.




Rabu, 16 November 2022

PROJEK P5 HARI 1

 Buku yang saya baca berjudul FILOSOFI TERAS

halaman yang saya baca adalah halaman 1-12

di halaman 1-12 membahas tentang "SURVEI KHAWATIR NASIONAL" 

banyak orang yang sedang dilanda kecemasan dan kekhawatiran.

dan buku filosofi teras cocok untuk mereka yang sering atau sedang merasa khawatir akan hidup atau sering resah dan kecewa dalam kehidupan sehari hari


Perbincangan bersama guru pendamping hari ini membahas tentang jadwal pertemuan selanjutnya

TANAMAN: belum ada perubahan dari tanaman


REFLEKSI: 


YANG SAYA DAPATKAN DARI PERTEMUAN HARI INI ADALAH ISILAH OTAKMU DENGAN HAL POSITIF

Rabu, 09 November 2022

 Sekilas Tentang SMA Pangudi Luhur Yogyakarta




SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang terletak di pusat Kota Yogyakarta ini, semula adalah Sekolah Guru A ( Atas : dipersiapkan untuk menjadi guru SMP ) khusus untuk putra yang didirikan oleh para Imam Jesuit pada Bulan April 1942. Namun pada Tanggal 9 Agustus 1952 sekolah ini diserahkan kepada para Bruder FIC yang kemudian menempati gedung milik Bruder-bruder FIC di Jalan P.Senopati No.16, dan pada Tahun 1965 secara resmi dikelola oleh Yayasan Pangudi Luhur milik para Bruder FIC.

Tahun 1973 SGAK ini kemudian berubah menjadi SPG dan menerima siswa putri. Setelah perjalanan panjang dilalui, karena perubahan kurikulum yang terjadi pada Tahun 1989, maka SPG berubah menjadi SMA setelah dua tahun sebelumnya gedung sekolah pindah ke Jalan P.Senopati No.18 ( sampai sekarang )

Seperti bayi yang baru lahir, SMA Pangudi Luhur Yogyakarta memulai kehidupan baru sebagai sebuah SMA, namun berkat usah keras dari orang-orang yang terlibat didalamnya, kini SMA Pangudi Luhur sudah mengalami banyak kemajuan yang cuup pesat terutama Fasilitas dan Sumberdaya Manusia di dalamnya. Sehingga tidak heran jika ditahun 2005 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Menerima Akreditasi dengan nilai A.

Dibawah pengelolaan para Bruder FIC, SMA Pangudi Luhur sungguh bertumbuh menjadi sekolah yang mengunggulkan nilai-nilai kehidupan dalam setiap ilmu yang ditawarkan. Sehingga setiap prbadi yang ada didalamnya akan bertumbuh dalam kesadaran bahwa melalui ilmu pengetahuan hidupku akan kubaktikan bagi Tuhan Yang Maha Esa.

    MARS SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA











Setya Brata pra Setya
Tertib tekun belajar, menuju cita-cita Mulia
Menggalang pribadi, budi, rasa dan daya
Membina jiwa dan raga
Putra putri SMA PANGUDI LUHUR Jogja, sadar masa depan
Mengabdi panggilan, menuang jasa bagi sesama
Mengabdi, berbakti, bagi Tuhan, nusa, dan bangsa

Santo Jusup Mulia, pelindung sekolah
Pendamping, pembina bijaksana
Teladan hidup ku, tegak gerak jiwa ku
Bimbinglah aku selalu
Putra putri SMA PANGUDI LUHUR Jogja, sadar masa depan
Mengabdi panggilan, menuang jasa bagi sesama
Mengabdi, berbakti, bagi Tuhan, nusa, dan bangsa

ORGANISASI

• Pengertian Organisasi Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diiden...